Mungkin Alfi tak pernah tahu betapa setiap bunga yang pernah diberikan adalah doa. Mungkin Alfi sibuk dengan dunianya sendiri, lupa bahwa di sudut lain ada hati yang setia merangkai harapan dalam bentuk bunga. Tapi bunga terakhir ini berbeda. Ia tidak menuntut balasan. Ia hanya ingin sampai.
I stood by the edge of the freshly turned earth, clutching a single white lily. It was the last flower for Alfi. My fingers were cold, matching the stillness of the name carved into the stone in front of me. Just a week ago, he was laughing about a burnt batch of cookies. Now, he was the silence between my heartbeats. bunga terakhir buat alfi
Letakkan bunga itu di tempat yang terlihat, ucapkan dalam hati: “Ini untukmu, Alfi. Untuk semua mimpi yang tak jadi. Untuk semua ‘hampir’ yang tak pernah ‘jadi.’ Aku letakkan di sini. Bukan di dadaku lagi.” Mungkin Alfi tak pernah tahu betapa setiap bunga
Many listeners associate the song with the loss of a loved one, using the lyrics to express grief and lasting love. Ia tidak menuntut balasan