Skip To Main Content

Logo Image

Perang Dayak Dan Madura Fixed -

Pada 18 Februari 2001, bentrokan tak terkendali. Ribuan suku Dayak, yang telah mempersiapkan senjata tradisional (mandau, sumpit beracun) dan senjata api rakitan, melakukan serangan sistematis ke permukiman Madura. Mereka membakar rumah-rumah dan menutup jalur evakuasi.

The conflict between the Dayak and Madura tribes, widely known as the , was a violent inter-ethnic outbreak that peaked in February 2001 in Central Kalimantan . It is remembered as one of the darkest episodes of communal violence in modern Indonesian history . Root Causes and Triggers perang dayak dan madura

West Kalimantan, Indonesia Period: December 1996 – February 2001 (Peak: Sampit 2001) Pada 18 Februari 2001, bentrokan tak terkendali

Penyebab utama konflik antara suku Dayak dan Madura di Sampit adalah persaingan ekonomi dan perebutan sumber daya alam. Suku Madura banyak yang bekerja sebagai transmigran dan memiliki usaha-usaha kecil, sedangkan suku Dayak memiliki hak ulayat atas tanah di daerah tersebut. The conflict between the Dayak and Madura tribes,

: During the New Order era, the Indonesian government’s transmigration program relocated thousands of Madurese to Kalimantan. This led to demographic shifts that marginalized indigenous Dayak communities.

Konflik ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari berbagai faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang telah mengendap selama puluhan tahun sejak era Orde Baru.

Logo Title

Pada 18 Februari 2001, bentrokan tak terkendali. Ribuan suku Dayak, yang telah mempersiapkan senjata tradisional (mandau, sumpit beracun) dan senjata api rakitan, melakukan serangan sistematis ke permukiman Madura. Mereka membakar rumah-rumah dan menutup jalur evakuasi.

The conflict between the Dayak and Madura tribes, widely known as the , was a violent inter-ethnic outbreak that peaked in February 2001 in Central Kalimantan . It is remembered as one of the darkest episodes of communal violence in modern Indonesian history . Root Causes and Triggers

West Kalimantan, Indonesia Period: December 1996 – February 2001 (Peak: Sampit 2001)

Penyebab utama konflik antara suku Dayak dan Madura di Sampit adalah persaingan ekonomi dan perebutan sumber daya alam. Suku Madura banyak yang bekerja sebagai transmigran dan memiliki usaha-usaha kecil, sedangkan suku Dayak memiliki hak ulayat atas tanah di daerah tersebut.

: During the New Order era, the Indonesian government’s transmigration program relocated thousands of Madurese to Kalimantan. This led to demographic shifts that marginalized indigenous Dayak communities.

Konflik ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari berbagai faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang telah mengendap selama puluhan tahun sejak era Orde Baru.